Apabila ada pergantian pejabat kita Wajib mengetahuinya.
Kamis, 22 Januari 2015
Jumat, 02 Januari 2015
Cara meroketkan karier dengan bermain politik kantor
Alkisah, di sebuah kota kecil, terdapatlah sebuah perusahaan surat kabar kecil yang terbit lokal, perusahaan tersebut dipimpin oleh pak gendut yang hobbi sekali makan. Wakil pemimpin perusahaan dijabat oleh pak kurus, orangnya tinggi putih dan ganteng serta jujur dan baik hati.
Dibawah pimpinan dan wakil pimpinan perusahaan terdapat beberapa anak buah, disinilah sebuah politik di kantor menjadi suatu keniscayaan.
Kantor, sebagai tempat bertemunya sekumpulan orang dengan berbagai kepentingan dan tempat karier dipertaruhkan, tentu tidak akan lepas dari esensi politik, perebutan kekuasaan. Emilia Jakob, Junior Partner EXPERD Consultant menyatakan tidak ada perusahaan yang kebal terhadap office politics. “Kantor dengan karyawan lebih dari tiga saja sudah pasti berpolitik,” ujarnya.
Politik kantor, menurut Emilia, adalah kompetensi berorganisasi. Kemampuan berpolitik di kamus kompetensi bisa dikenal juga sebagai organizational savvy, kemampuan memahami fungsi-fungsi dalam struktur organisasi dan bersikap secara tepat terhadap masing-masing fungsi tersebut. Kompetensi Organizational savvy inilah yang menentukan kecerdasan seorang individu dalam ‘bermain’ cantik di office politics. Kemampuan ini begitu penting hingga dianggap harus dimiliki sejakentry level hingga puncak kepemimpinan. Lalu, bagaimana caranya untuk bisa bertahan atau memenangkan medan pertempuran kekuasaan ini?
Ini triknya!
1. Bina hubungan baik dengan rekan-rekan kerja. Mereka akan membantu Anda meraih tujuan, dari meningkatkan reputasi profesional atau sekadar ingin menghadirkan atmosfer yang bersahabat di kantor.
2. Lingkup pertemanan dan kenalan yang luas di kantor berarti semakin banyak pula bala bantuan untuk Anda jika memerlukannya. Praktek ini mungkin sudah sangat Anda kenal sebagainetworking. Strategi ini berlaku dua arah, ke level atas dan level bawah. Ke level atas tentu karena mereka yang secara formal memiliki suara dalam perusahaan. Ke level bawah karena mungkin saja mereka yang berpengaruh secara informal dalam pengambil keputusan para atasan.
3. Bergaul dengan semua klik di kantor. Anda ingat masa SMA di mana para murid terbagi atas beberapa kelompok, geng atau klik? Dunia kerja tidak jauh berbeda. Karena ada perbedaan generasi, kepentingan, dan tingkatan manajemen, klik secara otomatis juga terjadi di lingkungan kerja. Jangan terlalu mengaitkan diri pada kelompok tertentu. Sebaiknya, bangun aliansi dengan berbagai kelompok yang ada di lingkungan kerja dalam tataran yang setara.
4. Anda memiliki rekan kerja yang tidak mau bekerja sama dan bersikeras membuat Anda terlibat buruk? Konfrontasikan secara langsung. Jika taktik ini tidak berhasil, itulah gunanya memiliki sekutu di kantor.
5. Jauhi gosip. Mengetahui hal buruk tentang seseorang, terutama orang yang tidak kita sukai, rasanya sangat menggoda. Namun menurut Emilia, mendiskreditkan orang lain untuk mencapai tujuan karier tetap dianggap tidak etis. Mendengarkan gosip sih boleh-boleh saja, ini mungkin akan membantu memahami struktur kekuasaan di kantor. Tetapi jika sampai menyebarkan, hati-hati hal itu akan kembali ke Anda.
Kendati kompetensi dalam berpolitik di kantor sangat diperlukan, untuk mencapai posisi yang Anda kehendaki, Anda juga harus menunjukkan prestasi yang terukur. Pada akhirnya, Emilia menyarankan untuk kembali ke tujuan Anda bekerja dan apa yang Anda anggap penting dalam prosesnya. Jika Anda sampai terjebak dalam politik kantor dan hal itu tidak signifikan terhadap tujuan awal Anda, jangan ambil pusing. Ambil keputusan yang terbaik untuk Anda.
Demikian posting tentang bermain cantik dan supaya karier cepet melesat dikantor, semoga bermanfaat ya.